Asesmen Lapangan Doktoral AFI UNIDA Gontor

Oleh: admin

Jumat, 27 Februari 2021

Dengan hadirnya Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarksyi, M.A, berikut para asesor yakni Prof. Dr. Ris’an Rusli dan Dr Fristian Hadinata dari BAN-PT; acara pun segera dilangsungkan. Dimulai dari MC. Harisman, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Bahasa Arab. Memandu acara pembukaan Asesmen Lapangan. Dan mensilakan Haris Abdul Azzam untuk membawakan tilawah al-Qur’an. Surat al-Baqarah beberapa ayat terakhir.

Sambutan pertama dari Prof Amal, menyatakan bahwa akreditasi ini adalah sarana untuk belajar bagi kami. Agar di masa depan akan lebih siap dan lebih baik dalam menuju visi dan misi. UNIDA pun, dengan ini mengusahakan agar mendapat hasil yang sebaik mungkin dari asesmen lapangan ini.

Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil memberikan sambutan, bahwa asesmen kali ini, memang sudah mengalami penundaan beberapa kali. Khususnya, dari segi bencana Covid yang menimpa kita. Sehingga, dalam borang akreditasi terjadi beberapa penyesuaian karena perubahan struktur. Termasuk pada jajaran direktur dan rektor. Serta ketua program studi.

Selanjutnya, dari asesor; Prof. Dr. Ris’an Rusli, M.A. Memberikan sambutan terkait asesmen. Bahwa kali ini, asesor kita juga sering melakukan asesmen di Sekolah Tinggi Teologi. Dan saat ini, menjadi ketua program studi Filsafat di Universitas Indonesia. Yakni Dr. Fristian Hadinata. Dan kami berdua, sudah terbiasa mengunjungi lembaga pendidikan dengan agama yang berbeda. Dan kami komitmen untuk mensupport segala yang diusahakan untuk mencapai kualitas unggul generasi bangsa ini. Soal penilaian, mestinya kita mengharap nilai yang unggul. Bukan hanya baik-baik saja.

Selanjutnya, Dr. Fristian Hadinata menyampaikan sambutan. Sebenarnya, saya ini meski sering diberi kesempatan untuk menjadi asesor di Sekolah Tinggi Teologi yang Kristen maupun Katolik, sebenarnya saya ini orang muslim. Mungkin karena nama saja. Soal asesmen, kami sendiri hanya memberikan pertimbangan. Termasuk ‘memotret’ program yang dijalankan dari kepentingan konfirmasi berkas yang sudah diselesaikan angka kecukupannya. Karena, penilaian mutlak ada pada keputusan BAN-PT; sedangkan kami hanya membantu memberikan pertimbangan terkait situasi di lapangan.

Acara pembukaan ditutup dengan doa dari Dr. Mulyono Jamal, MA. Dilanjutkan dengan melangsungkan acara akreditasi.

Awal konfirmasi, adalah kepada Direktur Pascasarjana sesuai borang. Yakni Prof Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi. Yang menjelaskan aspek makro dan mikro dari program studi ini. Termasuk dari segi pendidikan, pengajaran, hingga pengabdian masyarakat dan kerjasama.

Pertanyaan dari Prof Ris’an Rusli, yakni dimulai dari struktur. Yang terdapat di dalamnya Yayasan, Presiden, dan Rektor di Universitas. Berikut pula Senat. Ini dijawab oleh Prof Hamid dengan struktur dan kultur di Gontor. Bahwa lembaga tertinggi di Gontor adalah Badan Wakaf. Yang mengangkat pimpinan dan menempatkan lembaga Yayasan di bawah pimpinan.

Dr Fristian Hadinata menanyakan tentang visi dari program studi. Yakni pada kata kunci Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer. Prof Hamid menjawab dimulai dari aspek sejarah. Yakni, piagam wakaf sebagai dasar nomenklatur ini. Yakni agar pondok Gontor menjadi Universitas Islam yang bermutu dan berarti. Yang menjadi pusat pengembangan ilmu dan pengetahuan. Baik umum dan agama. Yang didukung dengan pengkajian bahasa al-Qur’an.

Mungkin ada pertanyaan: apa perbedaan dari prodi sains dan teknologi di UNIDA dengan di luar? Ini memang sebenarnya tidak berbeda, namun pada tingkat dasar; para mahasiswa dibekali dengan materi kuliah agama yang dibarengi dengan filsafat. Di tingkat S-1, masih dibekali dengan dasar epistemologi dan kajian fiqh sebagai basis penanaman nilai Islam ke dalam disiplin ilmu. S-2 mulai diarahkan kepada integrasi antar konsep Islam dan Barat. Yakni, mengambil nilai positif dari perkembangan ilmu di Barat, dan mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalamnya. Di tingkat S-3 ini, mahasiswa diarahkan mengkaji lebih dalam terkait Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Hingga menemukan skema dan teori baru yang integratif dan merupakan rekonseptualisasi nilai Islam dalam konteks kemodernan.

Pertanyaan tentang Tata Kelola, dikonfirmasi oleh Prof Ris’an kepada Dr Jarman Arroisi, M.Ud. yakni terkait struktur Unit Pengelola Program Studi. Termasuk menjelaskan organisasi dan pengelolaan. Pertanyaan selanjutnya dari Prof Ris’an tentang point asrama pada pengelolaan Unit Pascasarjana. Dijawab, bahwa sistem asrama ini terhubung dengan kegiatan non-akademik sekaligus memiliki penilaian akademik; yang berhubungan dengan Direktorat Kepesantrenan. Yang mana, Direktorat ini ‘memiliki’ unit penjamin mutu kepesantrenan mahasiswa.

Dr. Fristian Hadinata menanyakan tentang penilaian prodi atas struktur ini. Bagaimana pandangan prodi? Apakah struktur ini efisien dari segi organisasi? Jawaban dari Dr Jarman menjawab bahwa faktor lingkungan pesantren menjadi pendorong efisiensi atas ‘gemuk’-nya struktur ini. Sehingga, koordinasi bisa dilakukan di lingkungan pesantren dalam waktu tak terbatas jam kantor. Soal perkembangan struktur yang akan terjadi karena perkembangan organisasi (seperti di awal pesantren hanya ada kiai dan santri, lantas ada organisasi lain dan seiring bertambang); nanti akan berlaku aspek kepemimpinan yang kolektif kolegial; yakni pengelola menampung masukan dari personalia di job description bawahnya termasuk juga stakeholder dan alumni. Sehingga aspek kredibilatas dan keadilan menjadi terbukti sebagaimana dalam borang.

Masukan Prof Ris’an menegaskan, bahwa nilai akreditasi ‘Unggul’ harus memenuhi syarat perlu. Yakni SDM dosen harus mencapai pangkat yang ditentukan. Termasuk juga, aspek penilaian dari segi alumni. Karena ini adalah standar 9 akreditasi.

Prof Amal Fathullah Zarkasyi turut menambahkan tentang jawaban atas pertanyaan tentang prospek pengambangan UNIDA ke depan. Di antaranya tentang rencana Fakultas Kedokteran serta peningkatan kepangkatan dari segi kuantitas dosennya. Termasuk kendala dari Kopertais 4 Surabaya. Yang mana, membawahi 196 perguruan tinggi. Dan asesor kepangkatannya paling sedikit; padahal anggotanya paling ‘gemuk’ se-Indonesia. Dan Alhamdulillah, kali ini kepangkatan bisa diajukan melalui Dikti Pusat per tahun 2021 ini, atas rekomendasi dari Kemendikbud.

Pengembangan Pascasarjana, dijawab oleh Prof. Hamid Fahmy. Bahwa pengembangan ilmu di prodi ini menegaskan bahwa dasar keilmuan Islam adalah aspek aqidah/teologi Islam. Serta berorientasi riset pada Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer. Dari segi Prodi, Dr Jarman menjelaskan rencana pengembangan riset. Termasuk publikasi jurnal di tingkat internasional. Bagi mahasiswa S-3 yang menulis disertasi berbahasa Arab dan Inggris. Termasuk juga partisipasi konferensi di tingkat nasional, ASEAN, dan Internasional. Berikut pula di pengabdian masyarakat, akan mendorong riset kolaboratif di tingkat nasional.

Masukan dari Prof Ris’an, tentang pengabdian masyarakat, harus mencakup semua. Meski sudah di tingkat S-3, tetap perlu ada PkM di tingkat wilayah juga. Bukan hanya di tingkat nasional atau internasional. Ini juga ditambahkan masukan dari Dr Fristian. Bahwa pengabdian masyarakat dinilai dari segi dampaknya. Karena di ilmu sosial, perlu banyak dokumentasi terkait peran dosen dan mahasiswa sebagai leader atau bagian penting dari masyarakat. Termasuk juga, dapat dijadikan bahan penelitian dan dipublikasikan bersama dari dosen dan mahasiswa. Bahkan dapat masuk di tingkat Scopus. Karena, nilai kredit juga dinilai dari kolaborasi antar dosen dan mahasiswa juga. Baik dalam bentuk buku maupun jurnal dan lainnya.

Pertanyaan selanjutnya tentang LKPS (Laporan Kinerja Program Studi). Yakni data excel yang perlu dikonfirmasi, baik karena ada perubahan maupun tidak. Termasuk data UPPS terkait, tentang akreditasi awal program studi. Juga data tentang pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi disertai bukti rekognisinya. Dan semua bukti harus dapat diakses oleh BAN-PT. Karena jika tidak, maka BAN-PT akan kembali ke nilai awal borang sebelum konfirmasi.

Data rekognisi dosen berupa pengakuan dari pihak eksternal atas kepakaran dosen tersebut di bidang Tri Darma-nya. Dari segi pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dibuktikan dengan surat undangan (invitation) dari pihak eksternal. Atau termasuk menjadi reviewer jurnal dan invited speaker di tingkat nasional atau internasional. Serta kegiatan sosial masyarakat atau ormas yang dibuktikan dengan surat keterangan, ijazah, sertifikat, atau lainnya.

Data rekognisi mahasiswa, juga demikian. Yakni dibuktikan dengan rekap data pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi dan bukti fisiknya. Baik berupa1) link jurnal dan akreditasinya, serta buku karyanya berikut menyertakan 2) sertifikat HKI-nya (jika ada). Juga 3) jumlah sitasi atas karya dosen dan mahasiswa yang sudah terpublikasi.

Usai shalat Jumat, sesinya adalah konfirmasi kepada penjaminan mutu. Pertanyaan pertama dari Dr Fristian Hadinata, tentang bagaimana efektivitas organisasi dan bukti penjaminan mutu di program studi ini? Dijawab oleh Dr. Ikhwan Mahmudi, M.H.I., M.Pd.I dengan melaporkan bahwa siklus mutu di prodi selalu berjalan dengan lancar dan efektif. Dibuktikan dengan laporan Audit Mutu Internal secara berkala. Asesor mengambil salah satu point temuan dalam audit. Dalam berkas ini, bahwa Prodi belum memiliki statuta kampus terbaru. Sehingga, asesor menanyakan bukti bahwa telah dilaksanakan Rencana Tindak Lanjut oleh prodi dalam memenuhi temuan. Termasuk juga, mencari bukti bahwa Panduan Akademik telah dibuat dan diberi SK.

Jika temuan dalam audit bahwa berkas Rencana Tindak Lanjut dibuat di bulan Desember 2017, maka audit sudah pasti dilakukan sebelum bulan itu atau tahun itu. Selain kelengkapan dokumen, audit atas kinerja Tri Darma juga dilakukan. Termasuk juga audit atas publikasi dosen dalam bentuk apapun. Yang dinilai adalah kesesuaian publikasi penelitian dan pengabdian masyarakat dengan visi, misi, serta renstra Universitas. Yang melakukan audit adalah bagian khusus, yang lebih tinggi hirarkinya dari Direktur. Dari sini, perlu digambarkan struktur audit dan alurnya. Termasuk, bukti fisik pelaporan hasil penelitian kepada pihak UNIDA maupun pihak pemberi dana. Termasuk, diberi surat pengantar, tugas, atau keterangan lainnya. Serta bukti bahwa laporan tersebut telah diterima oleh pihak pemberi dana. Dari segi PPEPP, bagian PP yang kedua; adalah pelaporan ulang dan penilaian kepuasan lembaga/stakeholder pemberi dana atau fasilitas. Skema ini dikawal oleh SPMI. Termasuk dalam S-1, penilaian tentang tracer study menjadi penting. Terkait 1) berapa lama lulusan bisa mendapat pekerjaan, 2) berapa gaji yang didapat, 3) bagaimana kepuasan stakeholder.

Selain itu, mahasiswa juga turut memberikan masukan terkait kegiatan akademik dan non-akademik di kampus. Ini dibuktikan dengan mahasiswa yang mengisi Evaluasi Kerja Dosen (EKD) di setiap akhir semester. Secara anonym melalui SIAKAD; lalu diberikan hasil analisa serta rumusan tindak lanjut. Nilai dari EKD, dibuktikan dengan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa. Baik secara tertulis maupun online.

Konfirmasi lain, dari segi sarana dan prasarana terbagi menjadi fisik dan jaringan. Yakni jaringan online. Jaringan online ini dikonfirmasi kelengkapannya, dari segi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta non akademik untuk AKPAM kepesantrenan. Dari asesor, mengkonfirmasi kepada pengelola IT di kampus, yakni ust Oddy Virgantara Putra, M.T. terkait pembagian kuota, infrastruktur internet dan lainnya kepada civitas akademika.

Termasuk juga, dari segi penyebaran informasi rekruitmen Dosen untuk UNIDA. Ini juga dikonfirmasi asesor kepada Biro SDM, yakni ust Agung Nurcholis, M.Pd; yakni terkait proses dan alur dari penerimaan dosen serta tenaga kependidikan. Dari SDM juga mengirim surat online kepada pelamar kerja; serta memberi pertimbangan untuk menerima atau belum menerima pelamar baru.

Konfirmasi kepada stakeholder, yakni kepuasan mereka dalam menggunakan SDM dari UNIDA. Kali ini, dari YDSF Surabaya, Ponpes Imam Ghazali Ponorogo, serta ponpes Darussalam Garut. Asesor mengkonfirmasi aspek administrasi, seperti surat tugas dan lainnya. Konfirmasi lain kepada YDSF. Yakni program kerjasama yang dijalankan antara kedua pihak tersebut. Di mana, UNIDA dan MUI adalah penyandang dana dalam pelaksanaan workshop kaderisasi ulama. Yang diadakan setiap tahun. Ini karena, UNIDA membantu melaksanakan program dakwah YDSF di desa dan perkotaan. Khususnya masyarakat perkotaan, perlu strategi dakwah yang lebih bernuansa ilmiah dan materi yang berbeda dengan yang disasar dengan masyarakat desa.

Konfirmasi kepada stakeholder lain, yakni kepada ponpes Darussalam Garut. Yakni KH Asep Sholahuddin Kersamanah. Yakni mengkonfirmasi tentang kepuasan pengguna alumni. Karena, pondok mengirimkan kadernya untuk bersekolah di Gontor. Baik di tingkat S-2 dan S-3. Karena, ingin segera merintis pendirian Sekolah Tinggi.

Konfirmasi selanjutnya, kepada mitra. Yakni MUI provinsi Kaltim di Samarinda. Kepada ustad Bahrun. Yang menjadi pengurus MUI bidang dakwah dan pendidikan. Kerjasamanya, MUI Kaltim mengirimkan kadernya yakni mahasiswa dan mahasiswi untuk menjalani pendidikan di UNIDA Gontor. Termasuk dibina oleh mahasiswa doktor dan dosen dari program doktor AFI. Salah satu materinya adalah tentang pemikiran Islam yang sebagai bagian dari jawaban atas persoalan aktual bidang sosial keagamaan. Pihak mitra pun memberi masukan kepada UNIDA. Di antaranya adalah agar terdapat pembinaan tentang kajian kitab kuning. Ini sudah sebagian diakomodir dan terus ditingkatkan. Termasuk juga, kegiatan pengembangan bahasa Arab. Sehingga, masa pendidikan 6 bulan bukan hanya mempelajari studi Islam, namun juga beberapa hal tentang bahasa Arab dan lainnya.

Sesi hari ini bagian akhir, adalah konfirmasi kepada alumni. Terdapat dua alumni, salah satunya di ponpes Darussalam Garut; yakni Dr. Devi Muharram Sholahuddin. Juga Dr Ryan Arief di UNIDA Gontor. Asesor bertanya tentang proses masa studi. Di antaranya, tentang bimbingan dan ujian. Dari ujian tertutup hingga terbuka. Yang didahului dengan ujian kualifikasi akademik serta ujian proposal. Asesor juga bertanya tentang proses ujian terbuka dan tertutup. Dibuktikan dengan berkas. Dari segi administrasi ujian, diperbolehkan salah satu pengujinya adalah doktor berpangkat Lektor Kepala. Karena, salah satu syarat untuk menuju Guru Besar adalah pernah membimbing disertasi dan mengujinya.

Konfirmasi lain, yakni pertanyaan dari Dr Fristian Hadinata tentang prospek pengembangan jaringan alumni doktoral di UNIDA. Karena, menjadi salah satu syarat dan penilaian atas program studi, adalah kebermanfaatan alumni dan silaturahimnya dalam bentuk jaringan masyarakat yang luas. Termasuk juga, bagaimana program alumni Doktor untuk memberi sumbangsih dan kontribusi kepada juniornya di almamaternya.

Doktor Ryan Arief menjawab; bahwa program sementara adalah dalam bidang pengadaan referensi ilmiah berupa perpustakaan dan pengabdian masyarakat. Termasuk di dalamnya kerjasama dalam bentuk penerbitan jurnal, buku, dan lainnya.

Sesi kali sudah dicukupkan pada sore hari ini. Untuk esok hari, adalah sesi bersama mahasiswa dan dosen. Agar esok hari bisa selesai Asesmen dan menulis berita acara dan mendapat pengesahan di esok hari.

————————————

Asesmen Lapangan Hari Kedua

Sabtu, 28 Februari 2021

Dimulai tepat pukul 08.00, beberapa dosen sudah hadir secara daring. Termasuk Dr Syamsuddin Arif, MA. Juga dosen yang hadir di tempat. Prof Amal Fathullah Zarkasyi dan Prof Roem Rowi. Sesi dengan dosen, akan mengkonfirmasi keterlibatan dosen, kepuasan layanan unit kerja, serta proses dan kinerja unit kerja dalam melayani penyelenggaraan Tri Darma Perguruan Tinggi. Ini bagian dari unsur pengawasan dari dosen kepada unit kerja, maupun dari unit kerja kepada dosen yang melaksanakan Tri Darma. Pendahuluan ini ditanyakan oleh Dr Fristian Hadinata kepada hadirin dari dosen.

Prof Amal pertama memberikan konfirmasi. Bahwa dalam penyelenggaraan Tri Darma, diawali dengan rapat koordinasi. Dan diakhiri dengan evaluasi bersama. Khususnya jika ditemukan kekurangan yang terkait sumber daya, layanan, maupun kondisi yang kurang kondusif. Dr Syamsuddin memberi tambahan bahwa pengalaman beliau, merasa diberikan kesempatan dan dukungan. Walaupun program tersebut tergolong baru. Ini termasuk luar biasa, karena dukungan secara birokratif akan memudahkan proses penelitian tersebut. Termasuk, saat pemberangkatan beliau ke Inggris (Oxford) terkendala passport. Lalu Prof Amal segera bersurat kepada dubes Inggris. Yakni Moazzam Malik di Jakarta. Dr Fristian mengkonfirmasi perubahan data di excel. Dijelaskan oleh Dr Jarman, bahwa perubahan tambahan ini belum diupdate; karena belum sempat dikonfirmasi ulang.

Konfirmasi kepada Prof Roem Rowi terkait domisilinya di Surabaya dan jadwal mengajarnya di UNIDA. Beliau saat ini sudah menyelesaikan 8 pertemuan dari 14 pertemuan. Pengajaran materi melalui team teaching. Termasuk juga pemberian nilai kepada mahasiswa. Beliau juga dikonfirmasi tentang penelitiannya. Yakni tentang publikasi yang berafiliasi kepada UNIDA itu sendiri. lalu juga dikonfirmasi kecocokannya dengan akun Sinta di Kemenristekdikti. Jika dosen tetap (DTPS) Pascasarjana Doktor berkesempatan untuk menguji eksternal di tempat lain, itu juga perlu dilaporkan sebagai rekognisi atas dosen dan institusi.

Asesor pun mengkonfirmasi masukan dari dosen. Saat itu, Dr Syamsuddin Arif memberikan masukan. Diawali dari kesan, bahwa para mahasiswa di UNIDA cukup memiliki kompetensi dan prospek ke depan yang bagus. Selain karena berasrama, dan keberadaan dosen yang cukup lengkap di kampus. Untuk masukan, beliau menyarankan agar program Doktor meningkatkan jumlah koleksi dan ragamnya. Termasuk juga manuskrip kuno Arab maupun nusantara. Lalu, bisa dilakukan kajian filologis berupa tahqiq manuskrip dan komentar.

Selain itu, asesor mengkonfirmasi dokumentasi video dan foto kegiatan mahasiswa, dosen, serta fasilitas sarana dan prasarana di kampus. Konfirmasi lain, bahwa asesor bertanya tentang materi kuliah di pasca. Apakah materi tersebut menginspirasi adanya penelitian dari mata kuliah tersebut. Termasuk, dosen harus menjadi co-promotor dan menguji disertasi.

Asesor juga mengkonfirmasi Dr Sujiat Zubaidi tentang apakah beliau menjadi co-promotor bagi mahasiswa doktor? Dr Sujiat Zubaidi juga menjadi promotor berdasarkan SK Direktur. Termasuk juga dicantumkan dalam SK judul proposal disertasinya. Bukan hanya promotor dan co-promotornya.

Asesor mengkonfirmasi kepada mahasiswa doktor. Tentang domisili, nama promotor, serta judul disertasinya. Termasuk ditanya tentang inspirasi judul disertasinya yang berdasarkan mata kuliah. Asesor mengkonfirmasi salah satu mahasiswa: Bahrul Ulum yang menjadi dosen di Surabaya juga. Dan ikut serta program doktor. Termasuk terinspirasi dari mata kuliah Filsafat Islam dan Isu Filsafat Islam Kontemporer. Di samping itu, asesor juga mengkonfirmasi kepada ketua prodi Doktor tentang bukti fisiknya.

Konfirmasi lain kepada mahasiswi doktor. Yakni Firda Inayah tentang biaya SPP dan uang pangkal. Dijawab bahwa membayar 6juta setiap semester. Mahasiswi lain, Farhah ditanya tentang proses studi. Dan apakah faktor keluarga mengurangi efektifitas proses belajar. Ia menjawab, bahwa pernikahannya baru saja dilangsungkan Januari lalu. Sehingga tidak banyak menjadi kendala. Bahkan suaminya, juga dari prodi Aqidah Filsafat di S-2 UNIDA. Sehingga, di rumah bisa terjadi diskusi yang hangat. Jawaban ini disambut pujian dari hadirin dan asesor.

Asesor bertanya apakah pembayaran itu setimpal atau lebih atau kurang memuaskan dibandingkan fasilitas yang didapat? Bahrul Ulum sebagai mahasiswa angkatan ketiga; bahwa pembayaran SPP tersebut sudah lebih dari kepuasan. Khususnya dari segi ketersediaan dosen, kepedulian, dan fasilitas. Kandidat doktor, Hasan Khalawi yang berasal dari UMY menyampaikan, bahwa sangat menguntungkan saat saya belajar di UNIDA ini. Artinya, SPP nya sangat worthy berbanding dengan yang didapat.

Mahasiswa lain, M. Faqih Nidzom menyampaikan kesan saat mengikuti program doktor ini. Khususnya dari segi sistem asrama. Di mana, di lingkungan pesantren ini bisa bertemu dosen tanpa terbatas jam kantor. Selain itu, di asrama juga diadakan kajian kitab oleh dosen itu sendiri.

Asesor, Prof Ris’an menanyakan tentang beasiswa. Kepada ustadz Ahmad Suharto selaku kader di UNIDA. Bahwa dari dana wakaf, mahasiswa mendapat beasiswa penuh. Termasuk juga beasiswa yang tidak penuh. Juga mahasiswa yang membayar reguler tanpa beasiswa. Beasiswa didapat melalui prioritas dosen, maupun kader pondok atau pertimbangan lainnya.

Ustadz Ishom Udin selaku mahasiswa yang juga dosen, mengkonfirmasi bahwa mahasiswa sudah mendapat promotor. Selain itu, mendapat fasilitas karantina untuk kontrol proses penulisan disertasi. Dr Jarman juga menambahkan, bahwa mahasiswa difasilitasi asrama 1 kamar untuk satu orang. Prof Ris’an memberi masukan tentang bimbingan. Agar saat penyelesaian perkuliahan harus tidak berkelindan dengan masa bimbingan. Karena seringkali, terdapat kendala antara penyelesaian materi dan bimbingan disertasi.

Tendik juga dikonfirmasi oleh asesor. Pertama adalah Fika Amirul Mu’minin. Menyampaikan bahwa dalam 1 kantor terdapat 5 orang tendik. Serta pembagian tugas yang ada di unit kerja. Asesor juga bertanya tentang proporsi job description di kantor. Termasuk mengkonfirmasi kerja sambilan dan kesejahteraan. Berikut pula, latar belakang pendidikan dari tendik tersebut.

Bagian lain dari tendik juga dikonfirmasi. Misalnya, bagian administrasi. Tendik juga difasilitasi setingkat beasiswa. Seperti mendapat kesempatan pelatihan atau ikut serta seminar dan kajian. Mbak Neti Margoretno dikonfirmasi tentang tugasnya sebagai tendik kantor administrasi mengajar. Termasuk mbak Laili sebagai tenaga keperpustakaan dikonfirmasi. Terkait latar belakang pendidikan. Juga fasilitas layanan perpustakaan dan katalog online. Selain itu, juga layanan akses database internasional seperti Ebsco dan Proquest. Namun layanannya masih lokal. Tidak bisa diakses dari luar kampus. Bagi lokal kampus yang ingin akses, bisa menggunakan akun bersama di perpustakaan.

Bidang perpustakaan dikonfirmasi kelengkapannya. Yakni dari segi tenaga yang memberi layanan, serta pustakawannya. Berikut pula akses e-library yang dimiliki serta database dan repository. Pustakawan juga dikonfirmasi tentang latar belakang bergabungnya dengan UNIDA Gontor. Yakni sesuai dengan kompetensi keilmuan sebagai pustakawan.

Layanan perpustakaan juga dikonfirmasi oleh asesor. Termasuk peminjaman buku, sistem online peminjaman bisa memudahkan layanan. Asesor juga memeriksa website dengan panduan penjelasan dari pustakawan. Asesor juga mencari beberapa judul buku yang ditulis oleh dosen program Doktor. Usai itu, asesor menyampaikan tentang penyampaian berita acara. Yang ditulis didasarkan dari konfirmasi dan asesmen berkas dan lapangan secara online. Berita acara yang sudah dikirim, selanjutnya direview bersama oleh tim akreditasi UNIDA Gontor. Agar bisa dikonfirmasi saat ada hal yang bisa ditambahkan untuk penilaian.

Dalam membaca berita acara dari asesor, kita harus mencermati penilaian deskriptifnya. Ada kata kunci ‘baik’, ‘cukup’, atau ‘baik sekali’, atau ‘sangat baik’. Nilai yang tinggi ada pada kata kunci ‘baik’ dan ‘baik sekali’. Ada juga kata kunci seperti ‘sudah mampu’ dalam segi pelaksanaan manajemen tertentu. Termasuk juga dari segi layanan. Masukan dari mahasiswa dan dosen diakomodir. Seperti syarat perlu untuk unggul, nilai harus 70% Guru Besar di Program Studi. Yakni, ada 5 guru besar dari 6 dosen tetapnya. Di point tendik dan laboran, perlu memiliki kejelasan tupoksi. Yakni, teknisi dan laboran harus murni professional sesuai bidang ilmu. Serta  rutin diikutkan dalam kegiatan benchmarking, serta kegiatan setara beasiswa untuk peningkatan kompetensinya. Selain itu, memiliki panduan dan SOP yang seimbang antara jumlah fasilitas dan pengelolanya dari tenaga kependidikan; khususnya terkait dengan layanan seperti laboratorium, perpustakaan, IT, serta sarana dan prasarana seperti kesehatan dan lainnya.

Dalam standar 9, yang berbeda adalah permintaan pembuktian kepuasan dari hasil kerjasama yang dilakukan. Yakni, kepuasan dari stakeholder atau pemberi dana penelitian kepada dosen atau mahasiswa di UNIDA. Ini dalam point kerjasama.

Sesi terakhir adalah penutupan acara Asesmen Lapangan. Diawali dengan Dr Jarman memandu acara, dan mensilakan Prof Amal Fathullah selaku pimpinan untuk memberi sambutan. Bahwa acara asesmen ini merupakan sarana pembelajaran dari segi pemenuhan mutu dan peningkatan kualitas Tri Darma Pendidikan. Di antara hal yang menjadi maklum, adalah syarat perlu SDM dari segi kepangkatan. Termasuk juga pelaksanaan Tri Darma dan maksimalisasi pengelolaan terkait dokumen atas pelaksanaan tersebut.

Prof. Hamid Fahmy juga memberikan sambutan. Bahwa asesmen lapangan ini banyak pelajarannya. Seluruh pertanyaannya adalah pelajaran yang baik untuk direktur yang baru. Bahkan, pertanyaannya masih terlalu lembut. Ini adalah kali terakhir Prof Hamid mengantar program Doktor ini, yakni di unit Pascasarjana. Karena, di kemudian nanti akan dinahkodai oleh Dr M. Kholid Muslih, MA.

Asesor, Profi Ris’an Rusli memberikan sambutan. Bahwa asesmen ini adalah kewajiban bagi perguruan tinggi. Soal standar, bahwa standar 7 lebih pada aspek dokumen. Sedangkan standar 9 terdapat nilai luaran dan kerjasama. Soal point yang menjadi penilaian terpenting; yakni penjaminan mutu (SPMI), SDM, Pendidikan (kurikulum, RPS, referensi, dll), Luaran (publikasi, tracer study), Kerjasama dengan mitra. Jika nilainya tidak terlampaui, maka nilai angkanya tetap bisa tinggi tetapi akreditasinya tidak sampai Baik Sekali atau Unggul. Itulah yang terjadi pada prodi Pasca HES. Dengan nilai 320an lebih, namun masih pada tingkat Baik Sekali.

Soal nilai, ini murni bukan dari kami. Atau bahkan dari BAN-PT. Melainkan dari kerja kolektif tim dan peran semua yang terlibat dalam proses ini. Meski saya adalah alumni dari sini, namun tetap mengedepankan obyektifitas dalam penilaian sebagaimana standar BAN-PT. Ini bisa dinilai oleh semua. Karena akreditasi ini adalah penting dari institusi ini.

Asesor lain, Dr Fristian Hadinata berkesan. Bahwa institusi ini memiliki potensi yang cukup mengesankan. Soal lain, beliau berkesan tentang suasana persaudaraan dan ukhuwah di UNIDA. Sehingga, beliau merasa perlu untuk bisa berkunjung ke UNIDA ini. Mungkin dalam situasi dan kesempatan yang lain.

Di penutup, Dr M. Kholid Muslih berkenan memimpin berdoa.

reported by Muhammad Taqiyuddin

Gambar Post

Hibah Internal di UNIDA

Rabu pagi. 24 Maret 2021. Sudah sejak pukul 08.00, tiket masuk ke ruang online zoom…
Gambar Post

Bimtek dan Review Penyusunan Kurikulum berbasis OBE

Ahad pagi. 21 Maret 2021. Acara dimulai dengan registrasi peserta. Termasuk juga Prof. Dr. Ir.…
Gambar Post

Asesmen Lapangan Doktoral AFI UNIDA Gontor

Jumat, 27 Februari 2021 Dengan hadirnya Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarksyi, M.A, berikut para…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *